
Umrah dan Haji merupakan salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi. Meskipun tidak wajib seperti haji, umrah tetap menjadi ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang secara langsung maupun tidak langsung membahas tentang umrah, baik dari segi pelaksanaan, hukum, maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Berikut ini adalah empat ayat suci Al-Qur’an yang berkaitan dengan umrah beserta penjelasannya.
- Surah Al-Baqarah Ayat 196
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ
Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat.”
Ayat ini merupakam landasan utama dalam pembahasan ibadah umrah. Allah S - WT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk menyempurnakan ibadah haji dan umrah dengan niat yang ikhlas karena Nya.
- Surah Al-Baqarah Ayat 158
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا
Artinya “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”
Ayat ini menegaskan bahwa sa’i antara bukit Shafa dan Marwah merupakan bagian dari syiar Allah. Sa’i adalah salah satu rukun penting dalam umrah yang tidak boleh ditinggalkan. Allah SWT kemudian menegaskan bahwa sa’i bukan hanya boleh dilakukan, tetapi justru menjadi bagian dari ibadah yang memiliki nilai besar - Surat Al-fath Ayat 27
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ
Artinya: ”Sungguh, Allah akan membutikan kepada rasul Nya tentanf kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman
Ayat ini berkaitan dengan peristiwa Hudaibiyah, ketika Rasulullah SAW dan para sahabat berniat untuk melaksanakan umrah, namun tertahan oleh kaum Quraisy. Meskipun pada saat itu mereka tidak dapat masuk ke Makkah, Allah memberikan janji bahwa mereka akan dapat melaksanakan umrah di waktu yang lain dengan aman. - Surah Al-Imran Ayat 97
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya: ” Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Ka’bah adalah salah satu tanda keanggungan Allah, yang didalamnya terdapat makam Nabi Ibrahim as, salah satu utusan Nya. Sehingga ka’bah layak dijadikan sebagai tempat yang istimewa bagi seluruh umat Muslim di dunia.
Keempat ayat di atas menunjukan bahwa umrah adalah ibadah yang memiliki dasar kuat dalam Al-qur’an. Mulai dari perintah untuk melaksanakannya dengan sempurna. Umrah bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat keimanan engan memahami ayat-ayat ini beserta maknanya, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan umrah dengan lebih khusyuk, penuh kesadaran, dan mendapatkan manfaat yang maksimal dari ibadah tersebut.
