
Bulan Ramadhan ialah bulan penuh rahmat,ampunan dan pembebasan dari api neraka, Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalnya, setiap doa lebih mudah dikabulkan, dan setiap taubat lebih dekat diterima. Di antara amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar di bulan suci ini adalah dzikir dan istighfar. Keduanya bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga ibadah hati yang mampu membersihkan jiwa dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Keutamaan Istighfar
Keutamaan istighfar di bulan Ramadhan sangat besar karena pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ini menunjukkan betapa luasnya kesempatan untuk meraih ampunan. Bahkan Rasulullah SAW yang telah dijamin dosanya tetap beristighfar lebih dari 70 kali sehari. Jika beliau saja yang maksum masih memperbanyak istighfar, apalagi kita yang penuh kekurangan.
Istighfar di waktu sahur memiliki keutamaan yang lebih besar lagi. Waktu sahur adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan memohon ampun. Allah memuji hamba-hamba-Nya yang beristighfar di waktu sahur. Di bulan Ramadhan, saat kita bangun untuk makan sahur, jangan hanya fokus pada makanan, tetapi juga isi waktu tersebut dengan istighfar dan doa. Inilah saat di mana langit terasa lebih dekat, dan doa lebih mudah menembus batas-batas dunia.
Keutamaan Berdzikir
Salah satu keutamaan dzikir adalah mendatangkan ketenangan hati. Dalam suasana Ramadhan yang penuh ibadah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamul lail, dzikir menjadi pelengkap yang menghidupkan ruh ibadah tersebut. Tanpa dzikir, ibadah bisa terasa kering. Namun dengan dzikir, hati menjadi lembut dan penuh kekhusyukan.
Dzikir, yaitu mengingat Allah dengan lisan dan hati, juga memiliki kedudukan yang sangat mulia di bulan Ramadhan. Dzikir dapat berupa tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (La ilaha illallah), maupun shalawat kepada Nabi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar kita memperbanyak dzikir supaya mendapatkan keberuntungan. Di bulan Ramadhan, dzikir menjadi penyejuk jiwa yang menenangkan hati yang mungkin lelah karena menahan lapar dan dahaga.
Berikut beberapa ganjaran yang dijanjikan bagi orang yang memperbanyak dzikir dan istighfar di bulan Ramadhan:
- Dosa-dosa Diampuni
Salah satu ganjaran terbesar dari istighfar adalah pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim). - Pahala Berlipat Ganda
Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya amal kebaikan. Setiap dzikir seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “La ilaha illallah”, dan “Allahu Akbar” bernilai pahala besar. Jika dilakukan di bulan Ramadhan, pahalanya lebih berlimpah karena kemuliaan waktunya. - Mendapat Rahmat dan Ketenangan
Dalam hadis disebutkan bahwa suatu kaum yang duduk berdzikir kepada Allah akan dikelilingi malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, dan disebut oleh Allah di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. Ganjaran ini tentu lebih agung lagi ketika dilakukan di bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat. Dzikir membuat hati tenang. Di bulan Ramadhan, saat tubuh menahan lapar dan dahaga, dzikir menjadi penyejuk jiwa dan penguat kesabaran. - Derajat Ditinggikan di Sisi Allah
Dzikir adalah amalan yang paling dicintai Allah dan paling tinggi derajatnya. Orang yang lisannya selalu basah dengan dzikir akan diangkat derajatnya. Di bulan Ramadhan, saat semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan, orang yang konsisten berdzikir dan beristighfar akan memperoleh kedudukan yang istimewa di sisi Allah. - Dijauhkan dari Api Neraka
Dalam hadis disebutkan bahwa di setiap malam Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Dzikir dan istighfar menjadi sebab seorang hamba termasuk dalam golongan yang dibebaskan tersebut.
Memperbanyak dzikir dan istighfar di bulan Ramadhan adalah amalan yang sederhana, tetapi ganjarannya luar biasa besar: ampunan dosa, pahala berlipat ganda, ketenangan hati, rahmat Allah, doa yang dikabulkan, hingga keselamatan dari api neraka. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang tidak menyia-nyiakan Ramadhan, dan menjadikan lisan kita senantiasa basah dengan dzikir serta hati kita selalu tunduk dalam istighfar. Karena boleh jadi, satu istighfar yang tulus di bulan Ramadhan menjadi sebab keselamatan kita di akhirat kelak.
