Masjid Al-Aqsa, Sejarah Singkat dan Keutamaannya

Masjidil Aqsha merupakan salah satu tempat suci paling penting dalam Islam yang memiliki sejarah panjang, kompleks, dan penuh makna spiritual. Terletak di Kota Tua Yerusalem (Al-Quds), Palestina, Masjidil Aqsha bukan hanya sebuah bangunan masjid, melainkan sebuah kawasan suci yang dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif. Kompleks ini mencakup berbagai bangunan bersejarah, termasuk Kubah Batu (Dome of the Rock), serta halaman luas yang telah menjadi pusat ibadah selama ribuan tahun.

Sejarah Singkat Masjid Al-Aqsa
Sejarah Masjidil Aqsha bermula jauh sebelum kedatangan Islam. Dalam tradisi Islam, disebutkan bahwa Masjidil Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram di Makkah. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi Adam atau Nabi Ibrahim memiliki peran dalam pembangunan awal tempat ini, meskipun bentuk bangunannya tentu telah mengalami banyak perubahan seiring waktu.

Sebagaiman dengan Sabda Rasulullah SAW:
“Aku bertanya: Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di muka bumi? Beliau menjawab: Masjidil Haram. Aku bertanya lagi: Kemudian yang mana? Beliau menjawab: Masjidil Aqsha. Aku bertanya: Berapa jarak waktu antara keduanya? Beliau menjawab: Empat puluh tahun.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada masa Nabi Sulaiman, kawasan ini menjadi pusat ibadah Bani Israil. Nabi Sulaiman dipercaya membangun kembali tempat suci tersebut dengan struktur yang lebih megah. Namun, seiring berjalannya waktu, wilayah ini mengalami berbagai kehancuran akibat penaklukan dan peperangan, termasuk oleh bangsa Babilonia dan Romawi, yang menyebabkan kerusakan besar pada bangunan suci tersebut.

Masjidil Aqsha memperoleh kedudukan yang sangat penting dalam Islam sejak peristiwa Isra dan Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam peristiwa tersebut, Nabi Muhammad melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha, sebelum kemudian naik ke langit. Karena itu, Masjidil Aqsha disebut sebagai tempat yang diberkahi dan menjadi salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi umat Islam.

Pada masa Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), Masjidil Aqsha terus dirawat dan diperhatikan. Sultan-sultan Ottoman melakukan berbagai renovasi dan memperindah kompleks tersebut, termasuk memperbaiki dinding, kubah, dan fasilitas lainnya. Periode ini relatif stabil dan memungkinkan Masjidil Aqsha berkembang sebagai pusat spiritual dan pendidikan.

Hingga saat ini, Masjidil Aqsha tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas, ketahanan, dan perjuangan. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia memandangnya sebagai situs suci yang harus dijaga dan dihormati. Sejarah panjangnya mencerminkan perjalanan umat manusia, penuh dengan pergantian kekuasaan, konflik, dan upaya pelestarian warisan spiritual.

Keutamaan Nya
Salah satu keutamaan utama Masjidil Aqsha adalah disebut secara langsung dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Isra ayat 1. Dalam ayat tersebut, Allah menyebut Masjidil Aqsha sebagai tempat yang diberkahi (al-ladzi baaraknaa haulahu), yang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki keberkahan khusus, baik dari segi spiritual maupun sejarah. Keberkahan ini mencakup lingkungan sekitarnya, menjadikan wilayah tersebut sebagai tanah yang istimewa dalam pandangan Islam.

Beberapa keutamaan Masjid Al-Aqsa

  1. Di sebut secara langsung dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 1:
    سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ
    آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
    Artinya:
    Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat“.
  2. Sebagai salah satu dari 3 Masjid wajib dikunjungi
    alam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Aqsha.
  3. Kiblat pertama bagi umat Islam
    Peristiwa ini menunjukkan bahwa Masjidil Aqsha memiliki kedudukan penting dalam perkembangan awal Islam. Selama periode awal tersebut, umat Islam menghadap ke arah Masjidil Aqsha saat melaksanakan sholat, yang memperkuat hubungan spiritual antara umat Islam dan tempat suci ini. Sebelum akhirnya dipindahkan ke Ka’Bah di Makkah.
  4. Tempat Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW
    Masjidil Aqsha menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW sebelum beliau naik ke langit untuk menerima perintah sholat lima waktu. Dalam peristiwa ini, Nabi juga menjadi imam bagi para nabi terdahulu di Masjidil Aqsha, yang menunjukkan bahwa tempat ini menjadi simbol persatuan para nabi dan risalah tauhid yang mereka bawa.
  5. Sebagai simbol keteguhan dan perjuangan umat islam
    Sepanjang sejarah, tempat ini sering mengalami berbagai tantangan, mulai dari penjajahan hingga konflik. Namun demikian, Masjidil Aqsha tetap berdiri dan menjadi pusat perhatian umat Islam di seluruh dunia. Hal ini menjadikannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas dan persatuan umat.
  6. Sholat di Masjidil Aqsha
    Masjidil Aqsha juga memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan sholat di tempat biasa.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 sholat di tempat lain, sholat di masjidku lebih utama dari 1.000 sholat, dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama dari 500 sholat di tempat lain.”
    (HR. Thabrani, sebagian ulama menilai hasan)

Masjidil Aqsha tetap menjadi salah satu pusat perhatian dunia, baik dalam konteks keagamaan maupun geopolitik. Keberadaannya mengingatkan akan pentingnya menjaga perdamaian, toleransi, dan penghormatan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki arti mendalam bagi berbagai umat manusia. Masjidil Aqsha menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Ia bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol keberkahan, sejarah kenabian, dan persatuan umat. Memahami keutamaan Masjidil Aqsha diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab umat Islam untuk menjaga dan menghormati salah satu situs suci paling berharga ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top